Penyuluh Agama Berdedikasi Tinggi, Fitriana Pusporini, S.Sy Jadi Sosok Inspiratif di KUA Kutasari

SRIKANDIDAILY.COM | PURBALINGGA, 28 MEI 2026 – Sosok penyuluh agama bukan sekadar penyampai pesan keagamaan di tengah masyarakat. Mereka juga menjadi garda terdepan dalam membangun harmoni sosial, membina umat, hingga mendampingi program-program strategis pemerintah. Hal itu tercermin dari kiprah Fitriana Pusporini, S.Sy, seorang Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Kutasari yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan umat tersebut dinilai konsisten menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Selain menjalankan tugas penyuluhan, Fitriana juga aktif mendukung program-program Kementerian Agama, termasuk sinergitas bersama BPJPH tentang penguatan layanan Jaminan Produk Halal.

Dalam berbagai kegiatan di lingkungan KUA Kutasari, Fitriana dikenal aktif turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta pembinaan keagamaan. Sikapnya yang ramah dan komunikatif membuat dirinya mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

Tak hanya fokus pada pembinaan umat, Fitriana Pusporini, S.Sy juga terus meningkatkan kapasitas diri di era digital. Ia turut mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guna mendukung dakwah dan pelayanan masyarakat yang lebih modern, adaptif, dan informatif.

Kemampuan literasi dan kepenulisannya pun menjadi nilai tambah dalam menjalankan peran sebagai penyuluh agama. Menurut sejumlah rekan kerja, Fitriana dikenal sebagai pribadi yang disiplin, aktif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap masyarakat binaannya.

Peran penyuluh agama sendiri menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam memberikan pembinaan spiritual, memperkuat moderasi beragama, hingga menjaga keharmonisan di lingkungan sekitar.

Dedikasi serta semangat pengabdian yang dimiliki Fitriana Pusporini, S.Sy menjadi contoh inspiratif bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan penuh ketulusan, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab. Sosoknya pun dinilai layak menjadi teladan bagi para penyuluh agama lainnya, khususnya di Kabupaten Purbalingga.

Website |  + posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *