May Day 2026: Rasmono Ajak Pekerja Perempuan Purbalingga Kuasai Digital, Perkuat Daya Saing

SRIKANDIDAILY.COM | PURBALINGGA, 1 MEI 2026 – Semangat Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong peran perempuan dalam dunia kerja yang terus berubah. Direktur Utama PT Digital Indo Group, Rasmono, SH, mengajak pekerja—khususnya perempuan—untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Dalam keterangannya di Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (1/5), Rasmono menekankan bahwa transformasi digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk tampil sebagai penggerak ekonomi, baik di sektor formal maupun berbasis usaha mandiri.

“Perempuan hari ini memiliki ruang yang semakin luas untuk berkembang. Dengan penguasaan teknologi, mereka tidak hanya menjadi bagian dari sistem kerja, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga dan daerah,” ujarnya.

Perempuan dan Peluang di Era Digital

Rasmono menilai, digitalisasi telah menghapus banyak batasan, termasuk akses terhadap pekerjaan dan peluang usaha. Menurutnya, perempuan kini dapat memanfaatkan teknologi untuk bekerja secara fleksibel tanpa meninggalkan peran strategisnya di dalam keluarga.

Ia mendorong peningkatan keterampilan digital, seperti pengelolaan media, pemasaran online, hingga pemanfaatan platform digital sebagai sarana produktivitas.

“Upaya peningkatan kapasitas ini penting agar perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam ekonomi digital,” tegasnya.

Apresiasi untuk Peran Pekerja

Dalam momentum May Day, Rasmono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja, termasuk buruh perempuan yang selama ini berkontribusi besar dalam menopang sektor industri dan jasa di Purbalingga.

“Peran perempuan sering kali tidak terlihat, namun dampaknya sangat besar. Mereka adalah bagian penting dalam roda ekonomi,” katanya.

Perlindungan dan Kesetaraan Jadi Sorotan

Selain peningkatan keterampilan, Rasmono menekankan pentingnya perlindungan kerja yang adil dan setara. Ia menilai, perempuan harus mendapatkan akses yang sama terhadap kesempatan kerja, pengembangan karier, serta perlindungan hukum di tengah perubahan dunia kerja.

Menurutnya, regulasi yang adaptif perlu memastikan bahwa tidak ada pihak yang tertinggal, termasuk pekerja perempuan di sektor informal maupun ekonomi digital.

Kolaborasi untuk Masa Depan Inklusif

Rasmono juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga komunitas, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem kerja yang inklusif dan ramah perempuan.

“Jika perempuan diberdayakan, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas. Ini adalah investasi sosial yang sangat penting,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Rasmono berharap peringatan May Day 2026 tidak hanya menjadi simbol perjuangan buruh, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan kerja yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan.

(Tim Redaksi)

Logo srikandi
Website |  + posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *